H-6 Sebelum Tradisi Daging Meugang Sebelum Ramadan, Warga Kemukiman Wih Dusun Jamat Aceh Tengah Bawa Kerbau Seberangi Sungai
Mediapatriotbhayangkara.com | Aceh – Warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah masih kesulitan untuk akses penyeberangan Sungai Kala Ili.
Jembatan gantung yang akan menghubungkan Desa Owaq dengan lima desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat, yakni Desa Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung renancanya baru akan selesai pada akhir Februari 2026.
Kesulitan akses yang masih dihadapi masyarakat Wih Dusun Jamat tampaknya tak menyurutkan semangat untuk tetap menjalankan tradisi Meugang menyambut bulan suci Ramadan.
Menarik Kerbau Melewati Sungai Kala Ili
Akses jalan penyeberangan yang masih sulit membuat mobil pengangkut kerbau harus terhenti di sisi sungai.
Kerbau yang akan disembelih untuk tradisi Meugang, dilangsir dengan ditarik warga untuk berjalan di Sungai Kala Ili.
Seperti dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @serta_lia_gali, sejumlah warga bekerja sama untuk melangsir dua ekor kerbau.
“Enam hari lagi, waktu normal warga di sana akan menghadapi Meugang bulan Ramadan tapi wilayah ini masih memprihatinkan,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip pada Selasa, 10 Februari 2026.
Sejarah Tradisi Daging Meugang di Aceh
Di awal bulan suci Ramadan atau dua hari sebelumnya, masyarakat Aceh akan melaksanakan penyembelihan daging yang disebut daging Meugang.
Umumnya, masyarakat Aceh merayakan Meugang 3 kali setahun, yaitu pada 2 hari sebelum Ramadan, 2 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri dan 2 hari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Tradisi tersebut merupakan warisan Sultan Iskandar Muda saat memimpin Kerajaan Aceh Darussalam, dan saat ini telah menjadi warisan budaya tak benda.
Pada hari pelaksanaan Meugang, masyarakat yang mampu akan menyumbangkan sapi atau kerbau untuk disembelih, baik secara pribadi ataupun bergotong-royong.
Daging akan dibagikan ke masyarakat, terutama warga tidak mampu dan tetangga sekitar.
Saat pelaksanaan pembagian daging, panitia Meugang juga menyajikan makanan untuk dimakan bersama sembari menunggu antrian pembagian daging.
Pembukaan Akses Jalan ke Kemukiman Wih Dusun Jamat
Jembatan gantung yang dibuat untuk menghubungkan Desa Owaq dan Kemukiman Wih Dusun Jamat rencananya akan dibangun sepanjang 100 meter.
Perkembangan pembangunannya, per 9 Februari 2026 sudah rampung sekitar 45,5 persen.
Medan yang menantang di wilayah tersebut menjadikan kendala dalam pembangunan jembatan.
Adapun pengerjaannya dilakukan oleh personel TNI dan jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah.
Sementara itu, Aceh Tengah kini telah masuk dalam Status Transisi Darurat ke Pemulihan ditetapkan selama 90 hari, terhitung mulai 6 Februari hingga 6 Mei 2026.
Fokus pemerintah diarahkan pada rehabilitasi dan rekonstruksi sarana vital, pemulihan akses transportasi, pembangunan hunian, serta pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
(RED)
